Thursday, November 7, 2013

Harga Emas Yang Sulit Diprediksi

Sejak saya aktiv di kompasiana, tulisan ini juga dipublish di kompasiana dengan judul yang sama. Dan agar blog yang saya buat khusus membahas EMAS ini tetap update, maka tulisan saya di kompasiana yang topiknya tentang EMAS akan saya muat juga di Blog ini.

"Harga Emas sekarang kok turun drastis ?", " Harga emas nanti naik atau turun ya tahun 2014 ?",  Inilah beberapa pertanyaan yang sering sekali sampai ke saya akhir-akhir ini bahkan sampai ada yang bertanya sinis,"Gimana nih harga emas, katanya bagus untuk investasi, kok turun terus ?", dan terus terang jawabannya saya sendiri tidak tahu. Bukan hanya saya, bahkan para ahli di raksasa investasi dunia seperti Goldman Sachs pun, pekan lalu membuat prediksi yang sangat keliru tentang harga emas, Goldman Sachs membuat prediksi bahwa bila terjadi kesepakatan antara Presiden Amerika dengan Congress untuk menghindari default / shutdown maka harga emas akan jatuh, tetapi ternyata yang terjadi malah sebaliknya, pekan ini harga emas naik 5,6% dalam seminggu dari $1282 ditutup akhir pekan pada $1352.

Di Indonesia sekarang ini, pembeli emas batangan mulai sepi dan bisa jadi inilah karakter investasi masyarakat indonesia yaitu investasi "betet kegawo ning garu" atau investasi "anget-anget tai ayam", investasi yg hanya karena ikut-ikutan atau karena lagi musiman aja bukan karena faham dan mengenal karakter investasi emas. Mungkin kita semua masih ingat ketika booming investasi emas melanda tanah air, munculah GTIS dengan sertfikat halalnya, kemudian Virgin Gold dengan kedok perusahaan emasnya, serta terakhir Primaz dengan konsep ponzinya berhasil mewarnai jenis-jenis penipuan berkedok investasi emas, dan memang inilah yang membuat masyarakat kita sulit untuk dididik investasi, bahkan serupa tapi tak sama pernah terjadi juga hal demikian, ketika masyarakat kita sudah perlahan masuk ke pasar saham tahun 2008 lalu terjadilah kasus Sarijaya Securitas. Kita harus sadar bahwa dalam hal pengambilan keputusan berinvestasi, kita harus dewasa dalam mengambil keputusan, karena jika terjadi penggelapan atau penipuan maka kita tidak bisa terlalu berharap solusinya kepada pemerintah.

Terkait dengan harga emas, siapapun manusianya tidak ada yang tahu pasti. Bisa dibayangkan bila sekelas head of commodities researchnya Goldman Sachs yaitu orang yang dianggap paling tahu tentang arah pergerakan emas, perak dan sejenisnya di pasar dunia, ternyata tidak lebih dari orang kebanyakan seperti saya dalam membuat prediksi harga emas ke depan. Maka dalam dunia prakiraan ini memang tidak ada yang bisa dianggap pasti benarnya ataupun pasti salahnya.

Lantas ditengah harga emas yang nampaknya bergerak random tidak beraturan ini, "bagaimana kita menyikapinya ?"

Pertama, saya selalu menyarankan kepada pembaca blog setia saya, jangan berspekulasi dengan harga emas dalam jangka pendek.  Membelilah pada saat Anda memang mau beli, dan ada kelebihan uang kertas yang tidak segera digunakan, kemudian jualah emas pada saat memang Anda membutuhkan uang tunai untuk keperluan yang ril atau kebutuhan yang telah direncanakan.
Kedua, bijaksanalah dalam berinvestasi emas dengan cara  mengetahui trend pasar secara objektif, bukan bermaksud berspekulasi tetapi optimalisasi hasil.
Lalu, "dimana bedanya optimalisasi dengan spekulasi ?"
Secara sederhana, disebut kita spekulasi  bila kita membeli emas tanpa didasari oleh suatu kebutuhan, tetapi semata untuk segera memperoleh keuntungan sesaat bila harganya naik secara jangka pendek. Sedangkan optimalisasi hasil adalah hal yang wajar yang biasa kita lakukan sehari-hari dalam jual beli dengan didasari kebutuhan investasi jangka panjang misal untuk biaya anak sekolah , naik haji, dana pensiun, dll.

Satu hal yang pasti adalah bahwa meskipun harga emas kedepan tidak ada yang tahu pasti, sejarah panjang kehidupan manusia telah membuktikan bahwa tidak pernah terjadi dalam peradaban manusia kalau emas menjadi barang yang tidak berharga layaknya uang kertas yang pernah dibuang di tempat sampah seperti yang pernah terjadi di zimbabwe atau pernah dibakar untuk penghangat ruangan di jerman.

Harga emas  dalam mata uang kertas bisa saja turun, tetapi dia akan selalu mampu mempertahankan nilainya yang sesungguhnya yaitu nilai yang tercermin dalam daya belinya. Di jaman Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dalam sebuah hadist, diriwayatkan bahwa satu ekor kambing bisa dibeli dengan sekeping uang satu Dinar. Pada musim Idul Adha tahun ini, 15 Oktober kemarin, walau harga emas sudah turun drastis ke angka $1273 sekali lagi terbukti bahwa 1 Dinar (4,25 gram emas 22 karat) tetap cukup untuk membeli seekor kambing yang layak untuk qurban. Itulah fakta yang selalu saya jumpai ketika saya menjual emas saya untuk membeli kambing qurban.


Bila prediksi kedepan tidak ada yang tahu, setidaknya kita bisa selalu belajar dari sejarah yang kita semua sudah pernah tahu, ingat JAS MERAH nya Bung Karno.

1 comment:

  1. Informasi Kontes SEO untuk para blogger gan.. Ada 4 kontes SEO yang bisa diikuti, tanpa dipungut biaya sama sekali (gratis) dan tidak ada batasan untuk peserta (umur, status, maupun pekerjaan).

    *Kontes seo Rgo Poker www.kontes-seo-rgopoker.net / www.kontes-seo-rgopoker.com. Total hadiah 32.jt
    12 januari 2014 - 12 maret 2014

    *Kontes seo Afa Togel www.kontes-seo-afatogel.com/ Total hadiah 25.jt
    18 januari 2014 - 18 maret 2014

    *Kontes seo Batik Poker www.kontes-seo-batikpoker.com/ Total hadiah 32.jt
    22 januari 2014 - 22 maret 2014

    *Kontes seo Eyang Togel www.kontes-seo-eyangtogel.com/ Total hadiah 25.jt
    26 januari 2014 - 26 maret 2014

    info lebih lengkap masuk aja ke situsnya

    ReplyDelete