Sunday, March 24, 2013

Investasi Emas Vs DPLK Jiwasraya


“Jangan menyimpan telur dalam satu keranjang”, itulah salah satu pepatah yang banyak dijadikan pegangan banyak investor. Hal ini sangat penting untuk menyebar resiko dari setiap jenis investasi yang kita pilih. Begitu juga halnya dalam menyiapkan dana pensiun, banyak pilihanya baik itu berupa asuransi dana pensiun maupun menabung dalam bentuk emas.

Berdasarkan pengalaman pribadi, sejak Maret 2004 sampai sekarang, saya menjadi peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Jiwasraya. DPLK Jiwasraya adalah merupakan lembaga keuangan yang mengelola Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi karyawan perusahaan dan perorangan atau pekerja mandiri .
 Disamping itu saya juga menabung dalam bentuk emas batangan LM dengan mengikuti program SEHAT yaitu Simpanan Emas Hari Tua, dimana setiap bulan menyisihkan uang untuk membeli emas dengan harga spot.
Saat tutup buku 31 Desember 2012, saya mereview kedua keranjang investasi tersebut antara  rekening DPLK Jiwasraya dengan SEHAT, dimana saya mencoba membandingkan  antara dana kumulatif hasil DPLK Jiwasraya dengan berat emas berdasarkan harga spot emas LM antam. Tujuanya agar bisa melihat kinerja antara keranjang DPLK Jiwasraya dengan keranjang emas. Pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi nilai akumulasi dana hasil investasi DPLK Jiwasraya dengan harga spot emas setiap bulan dari Maret 2004 sampai Desember 2012. Hasilnya bisa dilihat pada grafik ini.

Dari grafik warna merah, jelas terlihat bahwa akumulasi dana hasil investasi dalam bentuk uang rupiah DPLK Jiwasraya terus naik karena ini merupakan akumulasi dana yang terdiri dari iuran ditambah hasil pengembangannya, sesuai ketentuan dan perhitungan bunga investasi Jiwasraya. Ketika kita bandingkan dengan akumulasi berat emas tren kenaikan grafik tidak selaras, dimana berat emas terus naik dari Maret 2004 sampai Juni 2007, setelah itu berat emas yang dikonversi dari dana investasi DPLK Jiwasraya relative datar, hal ini dikarenakan kenaikan harga emas setelah Juni 2007 sampai Desember 2012 tidak mampu diimbangi lagi oleh besaran bunga investasi yang diterapkan oleh Jiwasraya.

Dari hasil pembelajaran tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa memilih bentuk investasi apapun dapat kita lakukan sesuai karakter kita masing-masing, tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah kemudahan mengkonversi dari bentuk investasi satu ke bentuk lainya, atau dengan kata lain pilihlah produk investasi yang mudah dipindah dari satu keranjang ke keranjang investasi lainya.

Seperti halnya dengan hikmah dari gafik emas dan DPLK Jiwasraya, akan lebih baik jika pada saat juni 2007 kita mencairkan hasil investasi DPLK Jiwasraya kemudian mengkonversinya menjadi emas seberat 110 gram. Kemudian hasil uang Juli 2007 sampai Desember 2012 dibelikan emas juga pada Desember 2012  beratnya 63 gram jadi totalnya 173 gram, ini tentu lebih banyak emas yang didapat bila dibandingkan kita tidak mengkonversi DPLK Jiwasraya sampai tutup buku Desember 2012, karena dari grafik jelas terlihat DPLK Jiwasraya sampai Desember 2012 hanya setara dengan 101 gram saja, hal ini karena hasil investasi DPLK Jiwasraya terdilusi oleh kenaikan harga emas sejak Juli 2007 sampai Desember 2012.

No comments:

Post a Comment